Catatan (daripada) Sekti

"dari kumpulannya terbuang" | Chairil Anwar | 1943

Tag: pameran

Hari Batik Nasional 2013

Hari ini terpaksa tidak mengenakan batik. Himbauan di milis FIB UGM sebenarnya sudah disampaikan sejak kemarin siang, akan tetapi karena sedang bekerja di lapangan maka untuk sementara cuti dari seragam batik.

Tetapi tidak begitu saja saya terbebas dari batik. Hari ini sempat membuat tiga caption tentang batik untuk pameran di Sangatta, Kalimantan Timur.

Kain batik motif Kalimantan

Berbagai wilayah di Indonesia mengembangkan batik dengan mengambil motif setempat yang populer. Para perajin di Kalimantan mengangkat motif sulur atau bunga sebagai sumbangan bagi batik Indonesia.

Batik kombinasi cap dan canting. Samarinda.

Kain batik Jawa

Batik adalah motif kain yang dihasilkan dengan cara tutup (dengan malam) dan celup (dalam zat warna). Salah satu alat untuk melekatkan cairan malam pada kain dalam proses batik adalah canting, yang digunakan dalam batik tulis.

Kain batik sudagaran. Surakarta

Canting

Batik adalah motif kain yang dihasilkan dengan cara tutup (dengan malam) dan celup (dalam zat warna). Salah satu alat untuk melekatkan cairan malam pada kain dalam proses batik adalah canting, yang digunakan dalam batik tulis.

Canting cecekan. Yogyakarta

Dari bawah Bukit Pelangi, Sangatta, saya sampaikan selamat Hari Batik Nasional!

550 total views, no views today

Minggu Museum

Minggu kedua bulan September 2013 ini terdapat tiga ‘peristiwa museum’ yang menarik perhatian saya. Kebetulan peristiwa ini terjadi di berbagai level, yaitu di tingkat jurusan, provinsi, dan tingkat nasional.

Berikut peristiwa-peristiwa tersebut.

1 Pameran mahasiswa S2 Arkeologi FIB UGM, minat Museologi. Para mahasiswa angkatan 2012 berpameran di selasar Gedung Margono, FIB UGM. Mengambil tema “Fire inside You”, pameran ini mengungkap simbol-simbol berkait dengan api yang melingkupi diri, dari semangat, passion, cinta, hingga sifat jahat/baik. Kemarahan, misalnya, merupakan api di dalam diri yang oleh para mahasiswa digambarkan dengan ekspresi wajah. Kita pun dapat melihat ekspresi marah diri kita di cermin yang disediakan, atau memasang gambar ekspresi wajah marah kita sendiri di pameran.

Pameran ini berlangsung dari tanggal 9-13 September 2013, dan konon juga diselenggarakan candle light dinner beneran di salah satu malam …

fire inside you exhibition

Seorang pengunjung memperhatikan pajangan tentang sati di India, pengorbanan seorang istri yang ditinggal mati suaminya.

2 Pameran “Museum Goes to Campus” yang diselenggarakan oleh Barahmus DIY (Badan Musyawarah Musea DIY). Tidak seperti biasanya yang mengambil lokasi di museum, pameran bersama kali ini mengambil tempat di Kompleks Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH), kampus UGM, Bulaksumur. Memenuhi dua gedung utama di kompleks tersebut, pameran diikuti oleh museum-museum di DIY juga beberapa museum di wilayah yang tergabung dalam Mitra Praja Utama, seperti Jawa Tengah, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Banten.

Selamat untuk Mas Donny dan teman-teman …

3 Pencurian empat artefak emas di Museum Nasional. Peristiwa mengagetkan ini berlokasi di Jakarta, tetapi menjadi perhatian nasional. Saya melihat berita tersebut ditayang di beberapa televisi disertai dengan wawancara kepada beberapa tokoh berkait dengan museum. Beberapa koran nasional juga menjadikannya sebagai tajuk berita …

Dari berita-berita yang beredar terdengar bahwa museum kebanggaan bangsa ini tidak memandang penting CCTV. Perangkat keamanan seperti yang sekarang mulai umum dipasang di rumah-rumah pribadi ini konon telah mati sejak beberapa bulan yang lalu! Kasus ini mengingatkan kita kepada Museum Sonobudoyo, Yogyakarta, yang pernah kecurian artefak emas di tengah tidak berfungsinya CCTV.

koran pencurian museum

Dua kora, nasional dan daerah, yang memberitakan pencurian di Museum Nasional.

Selain masalah keamanan, hal lain yang menarik adalah pilihan benda yang dicuri, yaitu beberapa benda yang kelihatannya adalah peripih beserta wadahnya. Benda-benda tersebut merupakan benda keagamaan yang sering disertakan dalam upacara-upacara tertentu. Menurut keterangan yang dimuat di media massa, artefak-artefak yang dicuri tersebut dahulu ditemukan di kompleks Petirtan Jalatunda dan Petirtan Belahan, Jawa Timur.

Kumpulan berita media daring tentang hal ini dapat dibaca misalnya di http://lipsus.kompas.com/topikpilihanlist/2706/1/pencurian.emas.di.museum.nasional

Semoga segera terungkap kasus ini dan keamanan museum-museum kita segera ditingkatkan. [z]

ke atas

510 total views, no views today

Nonton Pasar Tong Tong

Tong Tong Fair adalah even serupa pasar raya\1 yang diselenggarakan di kota Den Haag, kota kediaman ratu Belanda. Pasar yang telah diselenggarakan sejak tahun 1959 ini menyajikan berbagai kegiatan, seperti pentas pertunjukan, kursus, talkshow, dan pasar. “Fair-Food-Festival”, yang tertulis pada sampul boekoe pienter atau buklet panduan fair ini, ditambah “De Beste Mix van Oost en West”, ‘perpaduan antara Timur dan Barat’, menggambarkan apa yang tersaji dalam acara tahunan ini.

Konon, Tong Tong Fair dahulu diadakan sebagai sarana penggalangan dana untuk organisasi kesenian Indische Kunst Kring Tong Tong. Akhirnya, Pasar Malam Tong Tong menjadi acara tahunan yang menyajikan festival budaya, pameran, dan pasar barang kerajinan dan makanan. Setelah belasan tahun berkiprah, tahun 1976 nama Pasar Malam Tong Tong berubah menjadi Pasar Malam Besar, dan pada tahun 2009 memiliki nama baru, Tong Tong Fair.\2 Pengelola berusaha menghilangkan kesan bahwa pameran budaya Indo-Eropa terbesar di dunia ini hanya merupakan ajang nostalgia bagi noni-noni yang berkunjung sambil mengajak cucu mereka.

Di tengah Lapangan Malieveld, tidak jauh dari Stasiun KA Den Haag Central, berdiri tenda-tenda besar. Di dalam bangunan temporer berwarna putih tersebut Tong Tong Fair ke-54 diselenggarakan mulai tanggal 17 hingga 28 Mei 2012. Harga tiket masuk yang cukup mahal –bagi saya yang untungnya sedang ditraktir, jika bagi warga Belanda mungkin wajar dan setara dengan tiket masuk museum–, 12 euro di hari biasa dan 15 euro di akhir minggu, tidak menyurutkan pengunjung untuk antri di depan pintu masuk.

tongtong

Di bawah terik matahari menjelang musim panas membuat kesan tropis lumayan terasa di dalam tenda: agak gerah ...

Salah satu tenda di belakang tenda penerimaan adalah Cultuur-paviljoen. Di tenda ini terdapat pameran kebudayaan Indonesia dan Indis. Kali ini Tong Tong Fair memamerkan tentang masakan Indis,\3 penelitian etnografis seorang Belanda tentang Papua, juga dokumentasi pengaruh arsitektur Indis di Den Haag yang dilakukan oleh proyek Sporen van Smaragd, ‘Jejak Manikam’.\4 Berdekatan dengan tenda ini adalah dua teater tempat diskusi dan beberapa pertunjukan khusus diselenggarakan. Di boekoe pienter tertulis bahwa Ayu Utami ber-talkshow dan Anggun berpentas di teater tersebut.\5

tongtong

Salah satu pameran budaya, Indische Koeken, masakan Indis ... atau Indonesia?

Pada Indonesie-paviljoen, selain stan Kementrian Parekraf RI dan berbagai biro perjalanan wisata, hampir separuh area digunakan oleh pasar ‘tradisional’, yang menghadirkan stan makanan dan kerajinan dari Indonesia, termasuk pakaian dan batik.

tongtong

Barang kelontong, mulai dari jepit rambut, tolakangin hingga abon ikan. Penataan seperti kios-kios di pasar tradisional, barang dagangan dibiarkan berada pada kardus.

tongtong

Dari stiker Bung Karno hingga krupuk. (Jika saat penutupan masih nyisa, apa krupuknya dibawa kembali ke Indonesia?)

tongtong

Jualan baju juga, seperti di Pasar Beringharjo, atau stan pasar malam ...

Di tenda utama diselenggarakan Grand Pasar. Mulai dari suvenir, tukang ramal, buku, hingga produk industri besar seperti kloset. Jika pada Indonesie-paviljoen para pedagang kelihatannya datang dari Indonesia, di Grand Pasar lebih dibuka untuk umum. Panggung utama terletak di tengah tenda besar ini.

tongtong

Kerajinan, suvenir turistik.

tongtong

... juga cd musik.

tongtong

Kapal othok-othok yang sering ditemukan di sekaten di alun-alun Yogyakarta.

tongtong

Panggung utama, Tong Tong Podium. Kroncong menjadi sajian wajib setiap hari, juga pencak silat dan dangdut!

Durian atawa duren. Bau semerbak dan bentuknya yang 'aneh' berduri mengundang menggoda pengunjung untuk setidaknya mengabadikan melalui ponsel pintar.

Setelah capai berkeliling, stan makanan tidak dapat dilewatkan. Puluhan “warung” makanan berada di area Eetwijk; yang sangat luas, menyajikan beragam makanan Indonesia. Eh, ada martabak india juga …

tongtong

Risoles, lemper. Pisang goreng berharga 1-1,5 euro satu biji!.

tongtong

Mulai dari sate, nasi padang, hingga nyamikan atawa snack. Melihat penjual nyamikan ini jadi ingat Pasar Ngasem atau pojokan Tamansari, Yogyakarta ...

Catatan Kaki
  1. susah disebut sebagai pasar malam karena diselenggarakan pukul 12.15-20.00, sementara maghrib ketika matahari tenggelam baru datang sekitar pukul 21.45 ^
  2. Cerita didapat dari sini … dan saya teringat kepada GamaFair di kampus Bulaksumur yang kemudian diubah menjadi Pasar Raya Gadjah Mada awal tahun 1990-an ^
  3. beruntung saya bertemu dengan pemilik pameran, Oma Bea Berens-Sleebos, yang disebut sebagai Grande Dame van de Indische keuken ^
  4. Kumpulan foto-foto dari kegiatan proyek ini dapat dilihat di Flickr. ^
  5. Saya hanya membaca jadwal yang tertera di boekoe pienter. Video Anggun di acara ini dapat dicari di Youtube, terlihat dia pentas di Tong Tong Podium di area Grand Pasar sambil berkipas-kipas kegerahan. ^

1,809 total views, 2 views today

Pameran “Pesan dari Jalanan”

Minat Museologi pada Prodi S2 Arkeologi FIB UGM menyelenggarakan pameran “Pesan dari Jalanan”. Berlangsung di Gedung Margono, FIB UGM, 3-4 Juni 2010, pameran ini merupakan penugasan dari mata kuliah Kajian Kritis Museum, yang diampu oleh Prof. Dr. Alex van Stipriaan Luicius dari Tropenmuseum, Amsterdam, serta Dr. Daud Aris Tanudirjo dari Jurusan Arkeologi FIB UGM.

Pameran Pesan dari Jalanan. Yang "P" dilarang masuk?

532 total views, no views today