Catatan (daripada) Sekti

"dari kumpulannya terbuang" | Chairil Anwar | 1943

Tag: foto

Selfieum


Mengamati satu tempat wisata yang berlabel museum di sebuah kota, saya melihat bahwa atraksi wisata tersebut sangat ramah (friendly) kepada para pengunjung yang ingin berfoto. Di berbagai sudut orang dapat menggunakan objek untuk berfoto. Pun, beberapa properti sengaja diletakkan di dekat objek atau latar tertentu, untuk melengkapi pengambilan foto di tempat tersebut.

Pengunjung pun saya lihat suka berfoto, baik difoto sendirian, rombongan, foto selfie, maupun wefie, dengan latar benda-benda atau scene yang ada. Museum memanfaatkan hal ini dengan menarik biaya yang cukup tinggi untuk yang membawa kamera. Bagi yang tidak membawa, disediakan kamera di beberapa tempat.

Melihat di setiap sudut terdapat orang berselfie dan sebangsanya, saya khawatir mereka datang ke museum sekarang ini ‘hanya’ untuk berselfie. Ya sebenarnya lumayan mereka mau ke museum, namun jika selfie menjadi tujuan utama, maka aspek edukasi (dalam bentuk informasi dan pengalaman) yang disajikan museum tidak akan sampai kepada mereka. Tidak ada rasa ingin tahu akan objek yang dipamerkan, tidak pula ingin tahu lebih lanjut sehingga mencari sendiri pengetahuan selebihnya atau bahkan nanti menjadi pengunjung ulang. Repeater.

Yang penting adalah datang ke suatu tempat terkenal, mengambil foto diri di tempat tersebut sebagai semacam ‘ijazah’ yang mengesahkan kedatangannya. Sudah. Mereka tidak akan datang lagi karena toh sudah mendapatkan ijazah selfie dari tempat tersebut.

Atau jangan-jangan museum kita memang tidak peduli untuk melakukan edukasi. Yang penting pengunjung datang (sudah lumayan). Berselfie juga lebih bagus karena biasanya mereka akan mengunggah di media sosial sehingga publisitas museum akan terbantu.

Jadi, bagaimana jika ketimbang membuat museum yang php, kita membuat selfieum saja. Semacam museum untuk selfie. [z]

ke atas

347 total views, no views today

Selfie


Selfie menjadi fenomenal akhir-akhir ini, di dunia yang entah ini. Tahun kemarin konon terdapat 93 juta selfie saban harinya hanya dari perangkat Android.

Dahulu saya kadang memotret diri sendiri di depan suatu objek karena tidak enak minta bantuan orang lain. Teman saya sempat mengolok bahwa memotret diri sendiri pertanda tidak punya teman berfoto. Dulu selalu ada salah satu anggota rombongan yang bersedia memotret jika tidak tersedia fasilitas selftimer atau tripod, atau tidak ada orang lewat yang dapat dimintai bantuan. Namun sekarang semua ingin masuk ke dalam frame foto dengan pose mendongak dan berwajah aneh itu.

selfie
noun self·ie \ˈsel-fē\
Definition of SELFIE
: an image of oneself taken by oneself using a digital camera especially for posting on social networks
First Known Use of SELFIE
2002

Merriam-Webster Dictionary

Selfie, waktu itu belum diberi nama selfie, kemudian ikut terkerek naik ketika media sosial merebak. Terutama di facebook, orang-orang memajang foto diri dengan latar belakang suatu tempat yang ia kunjungi. Banyak yang berpikir bahwa media sosial digunakan untuk ‘umuk’ bahwa seseorang telah atau tengah berkunjung ke suatu tempat.

Oke. Kemudian saya merekayasa foto saya dengan latar belakang Planet Bumi dari kejauhan dan saya gunakan sebagai foto profil. Jadi, semua orang yang selfie di Ancol, di Singapura, di New York, di Paris, kalah dari saya yang selfie di Bulan. Gitu gagasannya, heheh.

Kemudian, industri mendukung selfie dengan sangat. Muncul tongsis, tongkat narsis, dari harga 19.000 rupiah hingga ratusan ribu.\1 Kamera smartphone pun dipasang dua, satu di depan dan satu di belakang. Orang berselfie dapat melihat dirinya di layar sebelum menekan pelepas rana. Iklan di televisi pun menganjur selfie. Kirim foto diri dengan latar belakang tayangan tertentu untuk mendapatkan hadiah.

***

Akan tetapi, selfie kemudian tidak sepenuhnya diterima dengan baik, terutama berkait dengan peralatan tambahan yang bernama tongsis itu. Beberapa museum dan pusat keramaian di Eropa dan Amerika konon melarang selfie karena dikhawatirkan tongsisnya merusak koleksi dan membahayakan pengunjung lain. Di belahan dunia lain, pengawasan dilakukan atas tongsis dengan remote control dengan mensyaratkan adanya ijin karena menggunakan frekuensi radio.

Beberapa peristiwa kecelakaan pun terjadi akibat selfie. Umumnya kecelakaan tersebut dalam bentuk terjatuh ke jurang atau tergulung ombak akibat tidak waspada sewaktu mengambil gambar. Namun, memotret diri ini tidak hanya harus memperhatikan jurang, tetapi juga situasi lain. Para politikus dunia dikritik sewaktu selfie pada upacara pemakaman Nelson Mandela. Polisi yang selfie saat membawa terpidana mati dari Bali ke Nusakambangan beberapa waktu yang lalu juga mengundang komentar negatif.

Mungkin di kamera selfie harus diberi peringatan akan perkara ini: “kamera ini tidak untuk digunakan di dekat jurang atau suasana duka cita.”

***

Ini selfie yang lain: calon menantu presiden kita bernama Selvi. Di daftar nama mahasiswa saya, juga terdapat beberapa Selvi.

***

2015, Juli. “Jalan-jalan bawa tongsis, pria Wales tewas tersambar petir”\2. Rupanya alam juga protes terhadap keberadaan tongsis.

Catatan Kaki
  1. Tongsis ini terjemahan kontekstual dari selfie stick. Bukan hanya untuk selfie, tetapi juga ‘narsis’! ^
  2. merdeka.com 8 Juli 2015 ^

294 total views, no views today

Sinambi Kalaning Macet

Jakarta, tidak pernah lepas dari kemacetan. Apa lagi yang dikerjakan di dalam taksi selain menikmati belantara beton dan besi? Enjoy Jakarta!

893 total views, 1 views today