Catatan (daripada) Sekti

"dari kumpulannya terbuang" | Chairil Anwar | 1943

Tag: belanda (page 1 of 2)

Kendaraan Umum

Terdapat beragam moda transportasi publik darat di Belanda. Terdapat kereta api, metro, dan tram yang berjalan di atas rel. Terdapat juga bus yang umumnya berupa bus gandeng. Jika tram (dan kereta elektrik lainnya) menggunakan kabel listrik di atasnya seperti KRL kita, di Utrecht misalnya terdapat juga bus yang menggunakan kabel listrik… Rasanya seperti naik bom-bom car …

Sepur

Sepur dalam bahasa kita berasal dari bahasa Belanda, spoor. Jadi, naik kereta api di Belanda serasa naik kereta di Jawa, numpak sepur. Bedanya, kereta bule ini lebih bersih, menjangkau banyak tempat, dan tepat waktu.

Kereta menjadi moda transportasi yang favorit. Setasiun terdapat di banyak tempat di satu kota sehingga kadang kurang dari dua menit berjalan kereta sudah berhenti di stasiun lain. Ini terjadi misalnya antara Diemen dan Amsterdam Muiderpoort yang biasanya ditempuh dalam dua menit, di tengahnya masih ada setasiun Amsterdam Science Center yang ketiganya disinggahi beberapa kereta.

Baca juga: Tak sekedar alat transportasi

Terdapat beberapa jenis kereta api di Belanda, antara lain adalah Sprinter yang menyambangi setiap setasiun sehingga waktu tempuh cukup lama. Ada juga Intercity, yang melayani perjalanan antarkota yang beberapa menggunakan kereta tingkat. Beberapa kali ketemu sepur yang lebih cepat, tetapi entahlah, persepuran di Belanda sering berganti kebijakan. Terdapat juga kereta antarnegara yang tiketnya tidak dijual di mesin seperti biasa.

kereta api

Bagian kepala sepur Intercity yang tingkat.

Selain kereta yang beroperasi secara nasional, di beberapa tempat juga ada perusahaan kereta lain yang beroperasi secara regional. Misalnya adalah Veolia yang beroperasi di wilayah tenggara dari negeri tersebut.

Terdapat dua kelas pada kereta api Belanda. Kelas satu berkursi merah, sementara kelas dua berkursi biru. Perbedaan ini juga terlihat dari angka ‘1’ atau ‘2’ yang tertera di luar badan gerbong. Entah apa bedanya, kelas satu tidak banyak diminati karena selalu terlihat sepi. Kelas dua tentu lebih murah, dan meriah karena banyak penumpang.

kereta api belanda

Bagian depan kereta Sprinter jenis Lighttrain (SLT).

Tiket

Untuk naik kendaraan umum tersebut terdapat beberapa cara pembayaran. Untuk naik bus, harus naik lewat depan dan membayar tiket pada supir. Tiket tersebut berlaku selama satu jam. Hampir sama jika kita naik tram. Ada penjual karcis yang ada di belakang pintu masuk. Tiket harus disentuhkan pada sensor setelah membeli (atau pada waktu naik), dan sentuhkan lagi jika akan keluar. Jika akan menumpang bus atau tram lagi sebelum satu jam, maka cukup menggunakan tiket tadi.

Kita juga dapat menggunakan tiket elektronik yang dapat dibeli di mesin penjual yang ada di stasiun. Tahun 2013 harga tiket elektronik tersebut 7,5 euro. Tiket ini dapat diisi ulang di mesin penjual tersebut atau pada mesin pengisian yang biasanya ada di supermarket. Penggunaan tiket ini cukup disentuhkan (tap) pada sensor sewaktu naik dan nanti pada saat akan turun.

Jangan lupa untuk menyentuhkan lagi pada saat akan turun, sebab jika tidak maka kredit akan terpotong. Seingat saya potongan tersebut 20 euro.

Tiket elektronik ini juga dapat digunakan pada kendaraan umum Metro yang beroperasi di bawah tanah, juga pada kereta api. Hanya, pastikan kredit tersisa 14 euro untuk dapat naik kereta api. Pastikan juga untuk tap saat akan naik (masuk stasiun), sebab jika lupa dan terkena pemeriksaan di atas kereta, dendanya 35 euro. Begitu pula, jangan lupa untuk tap kembali ketika keluar stasiun sebab jika lupa akan terpotong sekitar 35 euro juga.

Untuk naik kereta api juga dapat membeli tiket biasa (dengan kertas) pada mesin penjual yang ada di stasiun. Tiket ini dapat sekali jalan atau pulang pergi. Kita juga dapat membeli tiket tanpa tanggal, yang harus dicap tanggal pada mesin di depan gerbang begitu kita menggunakannya. Terdapat juga tiket untuk anak-anak yang disebut Railrunner. Tiket seharga 2,5 euro ini dapat digunakan seharian untuk naik kereta ke seluruh Belanda!

Di kereta dan tram kita juga dapat membawa sepeda. Terdapat gerbong khusus yang dipintu ditandai gambar sepeda. Hanya harap teliti, apakah kita dapat membawa sepeda dengan gratis atau harus dibelikan tiket juga.

Jika tinggal cukup lama di Belanda dan intensif menggunakan kereta api, ada baiknya membeli tiket elektronik dengan diskon. Caranya adalah dengan memesan pada situs kereta api Belanda, www.ns.nl, atau www.ov-chipkaart.nl. Tiket akan diantar dengan pos ke alamat kita seminggu kemudian. Untuk mendapatkan diskon, kita harus mendaftar lagi di situs tersebut dan membayar langganan. Harga langganan cukup beragam, antara lain 50 euro per tahun. Keuntungan dari tiket personalized ini, dengan nama dan foto kita, adalah kita akan mendapat diskon hingga 40% pada jam tidak sibuk. Kita juga dapat ‘mendiskon’ tiga orang teman yang bepergian dengan kita, yang membeli tiket kertas.

Rute dan jadwal

Untuk mengetahui jadwal, rute, jenis kendaraan yang akan kita tumpangi, dan biayanya, kita dapat mengklik situs www.9292.nl. Di situs tersebut kita dapat merencanakan perjalanan dari satu tempat ke satu tempat yang lain dengan mudah. Dijelaskan bahwa dari alamat kita harus jalan kaki sekian menit ke halte terdekat, naik ini, ganti itu di stasiun/halte mana, waktu tempuh sekian, ongkosnya sekian, dan sebagainya. Komplet. Situs kereta api www.ns.nl juga memberikan perencanaan perjalanan tetapi khusus untuk kereta api. [z]

Baca juga: Bis Hidrogen

ke atas

1,371 total views, 2 views today

Survival di Belanda


Seorang teman lagi mau ke Belanda untuk sekolah. Berikut beberapa tips saya untuknya berdasar pengalaman beberapa waktu berada di Amsterdam. Untuk kota lain, rasanya tidak terlalu berbeda. Tips ini mungkin tidak akurat atau masih terlalu ribet dan lebay, tetapi semoga sedikit berguna baik bagi yang (akan) berangkat maupun yang akan ditinggal.

Kadang yang akan ditinggal malah lebih khawatir …

***

#1 Telepon. Ada baiknya segera mengganti simcard dengan nomor lokal terutama jika akan berada di Belanda dalam waktu yang lama. Simcard saya dari provider Indonesia memang dapat digunakan di Belanda, akan tetapi kadang jika kirim sms ke Indonesia belum tentu langsung sampai ke penerima, kadang hingga keesokan harinya. Barangkali hp dengan dual simcard akan membantu. Jika kelebihan rezeki juga dapat membeli hp ‘minimalis’ yang sangat murah, di bawah 10 euro plus charger

Provider di Belanda antara lain adalah Lyca dan Lebara. Pembelian pulsa atau kredit dapat dilakukan melalui internet, kios selular, maupun voucher di supermarket.

#2 Transportasi lokal. Terdapat beberapa jenis transportasi umum, seperti kereta api, tram, metro, dan bis. Taksi juga ada tetapi rasanya jarang terdapat orang naik taksi.

Jika tinggal cukup lama di Belanda dan intensif menggunakan kereta api, ada baiknya membeli tiket elektronik personal, dengan nama dan foto kita. Caranya adalah dengan memesan pada situs kereta api Belanda, www.ns.nl, atau www.ov-chipkaart.nl. Tiket akan diantar dengan pos ke alamat kita seminggu kemudian.

Keuntungan dari tiket personalized ini adalah kita akan mendapat diskon hingga 40% pada jam tidak sibuk. Kita juga dapat ‘mendiskon’ tiga orang teman yang bepergian dengan kita, yang membeli tiket kertas. Untuk mendapatkan diskon, kita harus mendaftar lagi di situs tersebut dan membayar langganan. Harga langganan cukup beragam, antara lain 50 euro per tahun.

Untuk anak-anak terdapat tiket Railrunner seharga 2,5 euro yang dapat digunakan seharian untuk berkereta ke seluruh Belanda.

Baca juga: Kendaraan umum di Belanda

Jika menetap untuk waktu yang lama pertimbangkan untuk membeli sepeda yang irit dan praktis untuk sekedar bepergian dalam kota. Tetapi pertimbangkan untuk melatih diri mengatasi kerusakan-kerusakan sepeda karena ongkos bengkel sangat mahal. Di toko-toko dijual alat penambal ban bocor dan berbagai perlengkapan lain.

Baca juga: Balada Kota Sepeda

#3Bank. Meskipun kartu atm beberapa bank dari Indonesia dapat digunakan di Belanda (pada atm bertanda khusus), akan tetapi jika menetap cukup lama dan mendapat beasiswa tentu akan lebih mudah memiliki akun bank Belanda. Ada beberapa bank yang populer digunakan teman-teman Indonesia saya, antara lain adalah ING, ABN-AMRO, dan Rabobank. Aplikasi akun ke bank cukup mudah dan kartu atm akan dikirim melalui pos dalam waktu seminggu.

Jangan lupa membuat akun internet banking karena akan memudahkan kita bertransaksi misalnya untuk membeli pulsa hp, tiket pesawat, atau hal-hal lain karena e-commerce cukup berkembang di negeri yang konon memiliki rumah tangganya terhubung ke internet terbanyak ini. Toko-toko dan lembaga pemerintah juga memiliki ‘alat gesek atm’ sehingga di negeri keju ini kita bisa hidup tanpa memegang uang betulan …

Jika tidak memiliki akun bank Belanda, kita dapat membeli kartu pin yang dapat digunakan layaknya kartu atm. Hanya perlu perhatian karena beberapa toko, tidak banyak, mengutip ongkos tambahan untuk penggunaan kartu baik pin maupun atm.

#4 Makan. Sebenarnya tidak terlalu merepotkan, juga bagi muslim. Supermarket berada di setiap sudut, kadang juga ada pasar di beberapa tempat. Di supermarket tersedia berbagai ragam bumbu dan bahan makanan yang kita kenal, mulai dari beras, mi instan, hingga cabe dan krupuk serta emping.

Untuk makanan halal, beberapa supermarket terkenal seperti Albert Heijn menyediakan konter makanan halal pada toko yang berlokasi di tempat-tempat yang banyak dihuni komunitas muslim. Memang harganya lebih mahal, tetapi coba konter Mr. Wahid jika ada di supermarket, yang menyediakan berbagai makanan halal baik matang maupun mentah dengan harga yang cukup fair.

Kita juga dapat mengunjungi toko milik bangsa Timur Tengah seperti Turki dan Maroko yang banyak bertebaran di buurt atau ‘kampung’ yang dihuni banyak orang Islam. Harga makanan atau bahannya di tempat-tempat tersebut cukup murah dan umumnya memasang tanda halal di depannya.

Jika tidak, ya pilih yang kira-kira aman, misalnya sandwich tuna yang cukup mudah ditemui di supermarket dan berbagai gerai makanan lain.

#5Belanja. Bukan promosi, tetapi saya mendapat barang-barang yang saya butuhkan dengan mudah pada tiga ‘toko’ ini yang bertebaran di berbagai tempat di kota: Albert Heijn yang merupakan supermarket, Blokker yang menjual barang-barang rumah tangga dan dapur, serta Hema yang menjual beraneka ragam mulai makanan, pakaian, elektronik ‘ringan’, serta barang rumah tangga dan dapur.

Di supermarket biasanya terdapat barang-barang yang dikorting. Akan tetapi, umumnya korting hanya diberikan pada pelanggan yang memiliki kartu. Oleh karena itu, di Albert Heijn misalnya, mintalah kartu ‘Bonus’ di customer service. Jika tidak menunjukkan kartu ini kepada kasir sebelum membayar maka korting tidak diberikan.

Tips lain adalah: coba lihat barang di bagian bawah rak. Biasanya terdapat tiga jenis barang yang dijual di supermarket. Pertama adalah barang bermerek, kedua adalah barang yang dibungkus dan diberi merek oleh supermarket. Ketiga adalah barang yang diberi merek oleh pemasok tertentu. Barang pertama tentu mahal, yang kedua lebih murah, dan yang ketiga biasanya paling murah. Barang terakhir ini, misalnya di Albert Heijn bermerek Euroshopper, biasanya diletakkan di rak bagian bawah dan berharga ekonomis …

Jangan lupa membawa tas sendiri jika belanja di supermarket sebab jika tidak kita harus membeli tas yang cukup mahal untuk kalkulator Indonesia … Tidak hanya tas, kita juga harus memasukkan sendiri barang ke dalam tas … Di beberapa supermarket bahkan kita bisa menghitung sendiri dan kemudian membayar barang yang kita beli kepada mesin.

#6 Hati-hati. Tidak ada salahnya berhati-hati di negeri orang. Polisi dan caretaker asrama selalu rutin memperingatkan warga untuk mengunci pintu dan sebagainya. Hati-hati juga perlu terlebih jika mengunjungi kota wisata macam Amsterdam. Jaga baik-baik barang bawaan.

Baca juga: Copet di Amsterdam

#7 Bacaan. Untuk mengetahui lebih lanjut, dapat membaca buku yang populer seperti Undutchables: an observation of the netherlands, its culture and its inhabitants, buku yang penuh humor tentang etika dan berbagai remeh-temeh bagi orang asing yang tinggal di Belanda.

books netherlandsBuku berikutnya yang cukup baik untuk Belanda for beginner adalah The Low Sky, Understanding the Dutch. Sejarah dan sebagainya dapat dipelajari di buku ini. Jika bertujuan wisata, buku yang lain tentunya adalah panduan wisata seperti DK Eyewitness Travel Guide: Netherlands yang penuh gambar.

#8Jika kangen Indonesia? Entahlah. Mungkin cari teman dari tanah air. Tentu, coba skype dan berbagai fasilitas di internet yang dapat digunakan untuk berhubungan bervideo dan suara dengan keluarga di tanah air.

Atau mencoba makanan di beberapa restoran Indonesia, namun biasanya cukup mahal. Rata-rata, seperti juga restoran lain, adalah 10 euro, dengan minuman teh sekitar 2-2,5 euro berupa teh celup dengan air panas secangkir! Untuk agak hemat kita dapat menelusuri supermarket dan mendapati beberapa makanan yang biasa ada di rumah. Kerupuk, sambal, indomie … juga berbagai camilan produk dari Go-Tan, seperti emping, gendar manis, dan sebagainya. Untuk kecap, meski disebut kecap manis tetapi bentuknya lebih encer dan rasanya lebih asin. Di beberapa toko cina dan supermarket tertentu dijual kecap dari Indonesia.

Baca juga: Menu Indonesia di Supermarket

Baca juga: Indonesia di Bungkus Teh

Atau memasak sendiri jika setiap hari mengunyah menu seperti pistollete atau mungkin pizza gaya Timur Tengah yang murah meriah. Bahan-bahan dapat dibeli di supermarket atau di pasar. Di toko Cina yang biasanya juga terdapat di berbagai kota menyediakan tempe, tahu, segala macam bumbu dapur, dan lagi-lagi indomie …

Atau nonton televisi lewat Internet. Beberapa website televisi Indonesia menyajikan siaran live, atau coba mivo.com atau binus-access.com … Untuk radio seputar Yogya dan Jateng, dapat dinikmati melalui jogjastreamers.com.

Bisa juga mencoba berjalan-jalan mengunjungi berbagai museum yang menyimpan benda-benda dari Indonesia, atau nonton Tongtong Fair di Den Haag jika sedang digelar.

Baca juga: Nonton Pasar Tongtong

[z]

ke atas

2,408 total views, 3 views today

Balada Kota Sepeda

Pagi hari, seperti biasa saya mengambil sepeda di tempat parkir di kompleks tempat saya tinggal. Fasilitas ini hanya berupa tonggak berbentuk huruf ‘U’ terbalik, berjajar di samping gedung. Bukan di emper atau tempat beratap lainnya, parkiran ini berada di udara terbuka.

Tetapi, sepeda terasa agak berat ketika saya tarik dari tempat parkir. Setelah mengamati, ternyata, kedua ban sepeda, depan dan belakang, telah kempès. Bukan sekedar kempès, semua pèntil (ventil, Bld.) telah hilang dari tempatnya, menyisakan satu lubang menganga di masing-masing roda. Alhasil pagi ini saya harus naik bis untuk berangkat kerja ke Tropenmuseum dengan sedikit nggondhok telah dikerjai orang.

Kemudian, saya harus membeli dua biji pèntil bekas di sebuah toko sepeda di seputar Dappermarkt. Satu euro harus saya keluarkan untuk mendapatkan dua benda logam kecil tersebut. Saya juga harus membeli pompa ban cemangking, portabel, daripada saya harus mendorong ke toko sepeda yang ada entah di mana untuk meminjam pompa.\1 Pompa sepanjang dua puluh senti itu seharga tiga euro.

ke atas

*

Amsterdam memang surga bagi pengendara sepeda. Mereka dapat bersepeda kemanapun di kota ini dengan jalur tersendiri, di samping jalur tram, bus, dan mobil. Tempat parkir juga tersedia di banyak tempat di pinggir jalan. Oleh karena itu, konon terdapat satu juta sepeda di jalan-jalan di kota dengan penduduk 650.000 orang ini. Jadi, lebih banyak sepeda daripada penduduknya.\2

Akan tetapi, bagi sepedanya sendiri Amsterdam bukanlah surga. Setiap tahun terdapat sekitar 30.000 sepeda yang mengakhiri hidup di kanal. Bukan karena pengendara yang terjungkal masuk kanal tetapi karena anak-anak nakal yang iseng. Mereka pikir akan lucu jika sepeda (turis) diceburkan di kanal.\3

Sepeda yang diusili tingkat rendah

Selain mencopot pèntil sepeda saya dan menceburkan puluhan ribu sepeda lainnya ke kanal, mereka juga sering mencopot roda depan, sadel, stang, juga mencoblos ban agar kempès. Kadang sepeda juga diputar, diangkat, dibalik, ditendang …

vandalisme sepeda

Kejahatan level 3 terhadap sepeda: mencopot sadel. Dua kunci rantai tidak dapat mengatasinya.

Kriminalitas terhadap sepeda memang cukup tinggi. Oleh karena itu, perlu rantai sepeda yang ‘standar industri’ (hehehe) yang bahkan mungkin dapat untuk merantai stoomwals. Rantai ini sangat kuat dan berat, juga sangat mahal. Jika kita dapat membeli sepeda bekas (kadang bahkan sepeda baru) seharga 80 euro, maka harga rantai dapat mencapai 20 atau 40 euro! Hal itu belum cukup. Agar aman, setelah roda belakang dikunci dengan kunci ‘O’ seperti biasa, roda depan dirantai bersama rangka sepeda ke tonggak yang tidak dapat diangkat.

Banyak pemilik sepeda yang mencat sepedanya dengan warna dan pola yang aneh, atau menempeli dengan lakban atau gambar tempel wagu yang mencolok. Hal itu dilakukan di samping agar mudah dikenali ketika berada di tempat parkir, juga agar orang males mencurinya.

*

Tidak seperti di Yogyakarta yang banyak tukang tambal ban di pinggir-pinggir jalan, di Amsterdam justru tidak mudah menemukannya. Biasanya para pemilik sepeda mempunyai sendiri perangkat untuk menambal ban yang bocor. Alat yang dengan wadah plastik atau kaleng sebesar wadah permen ini dapat dibeli di toko-toko dengan mudah dan murah, sekitar 4-7 euro, atau kadang hingga belasan euro jika kemasan lebih besar. Maka tidak jarang kita dapat melihat cewek bule membongkar ban di pinggir jalan.

*

Tetapi pèntil kan tidak dapat dikunci. Jadi saya tetap was-was. [z]

ke atas

Catatan Kaki
  1. Lucu, di dekat Stasiun Central terdapat toko sepeda yang meminjamkan pompa dengan tulisan ‘Free Amsterdam Air’… ^
  2. Eh, ini statistik tahun berapa, ya? Saya cuma nemu di satu buletin popular. ^
  3. Wah, saya bayangkan jika di Yogya, pasti saya sudah gogoh-gogoh kanal buat cari sepeda … lumayan daripada beli. ^

849 total views, 1 views today

Garèng dan Bima Ngêtèh Barêng

A big company in the Netherlands produced a new serie of tea bag, one of them is ‘Flowery Java’. Illustration at the box depicts a wayang scene: Bima, the master, is pouring tea into the Garèng’s cup, a servant. It only happens when they are away from Indonesia …

Paruh terakhir tahun 2012 ini, salah satu produsen teh di Belanda mengeluarkan serial baru untuk produk teh celup, yaitu ‘Finest Classics’. Seri ini terdiri atas empat ragam rasa, atau aroma, yang salah satunya adalah Flowery Java. Teh ini berasa teh hitam dengan aroma melati seperti yang kebanyakan dikonsumsi di Jawa.

Bungkus teh celup ‘Flowery Java’ tersebut didesain dengan gambar wayang siluet. Digambarkan Bima atau Wêrkudara menuang air teh dari teko untuk… Garèng! Mungkin Bima, sang satria Jodipati ini menjadi demokratis ketika berkunjung di Negeri Belanda dan mau menuang teh untuk Nala Garèng, si pembantu.

kotak teh celup gambar wayang

Wayang Ngêtèh

Ngapain juga Bima bersama Garèng ke Belanda? Kemana Arjuna yang ndara-nya si punakawan? Garèng pergi diam-diam? Atau ia diutus keluarga Pandawa untuk menemui Bima yang pergi ke Belanda tidak pulang-pulang seperti Bang Toyib? Hehhe…

Tetapi, adalah satu hal yang bagus aroma Jawa digunakan dalam teh di Belanda. Finest classics lagi … Teh-teh lain dalam seri tersebut umumnya adalah teh Belanda (dan Batavia). Rupanya, hubungan Jawa, Batavia, dan Belanda di masa lampau masih menjadi komoditas yang dapat dijual kepada publik di Negeri Kincir Angin ini.[z]

ke atas

521 total views, 1 views today

Lagi, Kemalingan

Tidak di Indonesia, tidak di Belanda, museum merupakan salah satu sasaran pencurian.

Kemarin pagi waktu setempat (16 Oktober 2012), Kunsthal di Rotterdam, yang kira-kira berarti ‘Balai Seni’, kecurian tujuh buah lukisan karya para empu kelas dunia.

Menurut sebuah situs berita, lukisan-lukisan tersebut adalah: Tete d’Arlequin (‘Harlequin Head’ ) dari Pablo Picasso tahun 1971, La Liseuse en Blanc et Jaune (‘Reading Girl in White and Yellow’ ) dari Henri Matisse tahun 1919, Waterloo Bridge, London dan Charing Cross Bridge, London karya Monet tahun 1901, Femme Devant une Fenetre Ouverte, dite La Fiancee karya Paul Gaguin tahun 1898, Autoportrait goresan Meyer de Haan sekitar 1890, dan Woman with Eyes Closed dari Lucian Freud tahun 2002. Konon harga lukisan-lukisan tersebut dapat mencapai ratusan juta euro di pasar gelap\1.

Berikut gambar-gambar lukisan yang dicuri tersebut.\2

lukisan yang dicuri dari kunsthal, 2012

Karya-karya Freud, de Haan, Matisse, dan Picasso.

lukisan yang dicuri dari kunsthal, 2012s

Karya-karya Gaugain, Monet, dan Monet.

*

Meskipun sering dianggap museum, Kunsthal yang terletak di Taman Museum\3 di Rotterdam ini tidak memiliki koleksi sendiri. Karya-karya tersebut merupakan milik kolektor, dan merupakan bagian dari 150-an karya yang dipamerkan dalam rangka peringatan 20 tahun Kunsthal.

*

Terlintas beberapa pertanyaan spontan.

Kok ya bisa malingnya masuk dan mengambil tujuh lukisan … Pastinya, pameran ratusan lukisan dengan nilai total yang kayaknya triliunan rupiah begitu, keamanannya mesti super wahid.

Terus buat apa lukisan-lukisan itu, karena toh sudah ditengarai sebagai barang curian, seluruh dunia mengetahuinya.

Bagaimana pula nanti dengan Kunsthal sendiri, karena mereka mesti memperbaiki citra agar para pemilik lukisan bersedia lagi meminjamkan koleksi kepada mereka. [z]

Catatan Kaki
  1. www.huffingtonpost.com/2012/10/16/art-heist-in-rotterdam_n_1969151.html ^
  2. photos.denverpost.com/2012/10/16/photos-seven-paintings-stolen-in-rotterdam-art-heist/ ^
  3. Museumpark, terdapat antara lain Museum Boijmans van Beuningen yang mengkoleksi senirupa modern, Museum Arsitektur Nederlands Architectuurinstituut, Natuurhistorisch Museum, dan Nederlands Fotomuseum. ^

336 total views, 1 views today

Older posts