Catatan (daripada) Sekti

"dari kumpulannya terbuang" | Chairil Anwar | 1943

Category: museum (page 1 of 2)

Lukis Gelas

Siang tadi saya menemani anak dan keponakan ikut workshop (?) melukis pada gelas kaca, atau yang dalam bahasa Jawa disebut cangkir beling. Acara itu dilaksanakan dalam rangka pameran temporer Museum Sonobudoyo, yang berjudul “Bujana”. Pameran menampilkan berbagai peralatan makan, dan mainan “masak-masakan”. Ada juga kursi Ki Hajar Dewantara yang entah apa digunakan untuk makan.

Pameran itu di selenggarakan di ruang pamer baru museum tersebut, yaitu bekas gedung Koni, Jalan Pangurakan, yang berada di belakang BNI. Pameran itu dilaksanakan tanggal 14 hingga 25 Desember 2016.

Melukis di gelas kaca tidak terlalu sulit sebenarnya. Gelas dilukis dengan cat khusus untuk kaca. Itu saja. Cuman, cat tersebut harus dicampur katalis terlebih dahulu, kemudian diencerkan dengan tiner M3. Jika mengalami kesalahan dalam melukis, gampang. Usap dengan tisu dibasahi tiner. Gelas akan bersih kinclong seperti semula.

Perkara apakah lukisan jadi bagus, itu hal lain. Cat pada lukisan saya masih tidak rata dan pating plethot. Lukisan karya si mbak instruktur rapih, garis sangat halus dibuat menggunakan tusuk gigi. Bagaimana bisa sebagus itu? “Saya sudah bikin 150 buah,” katanya. Iyalah.

14825706390390_wmMasalah susah lainnya adalah ide. Apa yang harus digambar pada gelas? Mestinya bisa segala macam, dari yang abstrak hingga yang realis. Namun, kita sebaiknya mempertimbangkan media kaca yang berbentuk gelas dan cat yang kebetulan opak itu. Dari gelas-gelas peserta yang sudah jadi, ada yang bagus, ada pula yang macet gagasannya. Nah, saya berpikir cepat dan membuat gambar gelas di atas gelas kaca, eh cangkir di atas cangkir beling, yang di sediakan…

Kemudian jadilah gelas berdekorasi ini. [z]

414 total views, no views today

Selfieum


Mengamati satu tempat wisata yang berlabel museum di sebuah kota, saya melihat bahwa atraksi wisata tersebut sangat ramah (friendly) kepada para pengunjung yang ingin berfoto. Di berbagai sudut orang dapat menggunakan objek untuk berfoto. Pun, beberapa properti sengaja diletakkan di dekat objek atau latar tertentu, untuk melengkapi pengambilan foto di tempat tersebut.

Pengunjung pun saya lihat suka berfoto, baik difoto sendirian, rombongan, foto selfie, maupun wefie, dengan latar benda-benda atau scene yang ada. Museum memanfaatkan hal ini dengan menarik biaya yang cukup tinggi untuk yang membawa kamera. Bagi yang tidak membawa, disediakan kamera di beberapa tempat.

Melihat di setiap sudut terdapat orang berselfie dan sebangsanya, saya khawatir mereka datang ke museum sekarang ini ‘hanya’ untuk berselfie. Ya sebenarnya lumayan mereka mau ke museum, namun jika selfie menjadi tujuan utama, maka aspek edukasi (dalam bentuk informasi dan pengalaman) yang disajikan museum tidak akan sampai kepada mereka. Tidak ada rasa ingin tahu akan objek yang dipamerkan, tidak pula ingin tahu lebih lanjut sehingga mencari sendiri pengetahuan selebihnya atau bahkan nanti menjadi pengunjung ulang. Repeater.

Yang penting adalah datang ke suatu tempat terkenal, mengambil foto diri di tempat tersebut sebagai semacam ‘ijazah’ yang mengesahkan kedatangannya. Sudah. Mereka tidak akan datang lagi karena toh sudah mendapatkan ijazah selfie dari tempat tersebut.

Atau jangan-jangan museum kita memang tidak peduli untuk melakukan edukasi. Yang penting pengunjung datang (sudah lumayan). Berselfie juga lebih bagus karena biasanya mereka akan mengunggah di media sosial sehingga publisitas museum akan terbantu.

Jadi, bagaimana jika ketimbang membuat museum yang php, kita membuat selfieum saja. Semacam museum untuk selfie. [z]

ke atas

347 total views, no views today

Hari Batik Nasional 2013

Hari ini terpaksa tidak mengenakan batik. Himbauan di milis FIB UGM sebenarnya sudah disampaikan sejak kemarin siang, akan tetapi karena sedang bekerja di lapangan maka untuk sementara cuti dari seragam batik.

Tetapi tidak begitu saja saya terbebas dari batik. Hari ini sempat membuat tiga caption tentang batik untuk pameran di Sangatta, Kalimantan Timur.

Kain batik motif Kalimantan

Berbagai wilayah di Indonesia mengembangkan batik dengan mengambil motif setempat yang populer. Para perajin di Kalimantan mengangkat motif sulur atau bunga sebagai sumbangan bagi batik Indonesia.

Batik kombinasi cap dan canting. Samarinda.

Kain batik Jawa

Batik adalah motif kain yang dihasilkan dengan cara tutup (dengan malam) dan celup (dalam zat warna). Salah satu alat untuk melekatkan cairan malam pada kain dalam proses batik adalah canting, yang digunakan dalam batik tulis.

Kain batik sudagaran. Surakarta

Canting

Batik adalah motif kain yang dihasilkan dengan cara tutup (dengan malam) dan celup (dalam zat warna). Salah satu alat untuk melekatkan cairan malam pada kain dalam proses batik adalah canting, yang digunakan dalam batik tulis.

Canting cecekan. Yogyakarta

Dari bawah Bukit Pelangi, Sangatta, saya sampaikan selamat Hari Batik Nasional!

716 total views, no views today

Minggu Museum

Minggu kedua bulan September 2013 ini terdapat tiga ‘peristiwa museum’ yang menarik perhatian saya. Kebetulan peristiwa ini terjadi di berbagai level, yaitu di tingkat jurusan, provinsi, dan tingkat nasional.

Berikut peristiwa-peristiwa tersebut.

1 Pameran mahasiswa S2 Arkeologi FIB UGM, minat Museologi. Para mahasiswa angkatan 2012 berpameran di selasar Gedung Margono, FIB UGM. Mengambil tema “Fire inside You”, pameran ini mengungkap simbol-simbol berkait dengan api yang melingkupi diri, dari semangat, passion, cinta, hingga sifat jahat/baik. Kemarahan, misalnya, merupakan api di dalam diri yang oleh para mahasiswa digambarkan dengan ekspresi wajah. Kita pun dapat melihat ekspresi marah diri kita di cermin yang disediakan, atau memasang gambar ekspresi wajah marah kita sendiri di pameran.

Pameran ini berlangsung dari tanggal 9-13 September 2013, dan konon juga diselenggarakan candle light dinner beneran di salah satu malam …

fire inside you exhibition

Seorang pengunjung memperhatikan pajangan tentang sati di India, pengorbanan seorang istri yang ditinggal mati suaminya.

2 Pameran “Museum Goes to Campus” yang diselenggarakan oleh Barahmus DIY (Badan Musyawarah Musea DIY). Tidak seperti biasanya yang mengambil lokasi di museum, pameran bersama kali ini mengambil tempat di Kompleks Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH), kampus UGM, Bulaksumur. Memenuhi dua gedung utama di kompleks tersebut, pameran diikuti oleh museum-museum di DIY juga beberapa museum di wilayah yang tergabung dalam Mitra Praja Utama, seperti Jawa Tengah, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Banten.

Selamat untuk Mas Donny dan teman-teman …

3 Pencurian empat artefak emas di Museum Nasional. Peristiwa mengagetkan ini berlokasi di Jakarta, tetapi menjadi perhatian nasional. Saya melihat berita tersebut ditayang di beberapa televisi disertai dengan wawancara kepada beberapa tokoh berkait dengan museum. Beberapa koran nasional juga menjadikannya sebagai tajuk berita …

Dari berita-berita yang beredar terdengar bahwa museum kebanggaan bangsa ini tidak memandang penting CCTV. Perangkat keamanan seperti yang sekarang mulai umum dipasang di rumah-rumah pribadi ini konon telah mati sejak beberapa bulan yang lalu! Kasus ini mengingatkan kita kepada Museum Sonobudoyo, Yogyakarta, yang pernah kecurian artefak emas di tengah tidak berfungsinya CCTV.

koran pencurian museum

Dua kora, nasional dan daerah, yang memberitakan pencurian di Museum Nasional.

Selain masalah keamanan, hal lain yang menarik adalah pilihan benda yang dicuri, yaitu beberapa benda yang kelihatannya adalah peripih beserta wadahnya. Benda-benda tersebut merupakan benda keagamaan yang sering disertakan dalam upacara-upacara tertentu. Menurut keterangan yang dimuat di media massa, artefak-artefak yang dicuri tersebut dahulu ditemukan di kompleks Petirtan Jalatunda dan Petirtan Belahan, Jawa Timur.

Kumpulan berita media daring tentang hal ini dapat dibaca misalnya di http://lipsus.kompas.com/topikpilihanlist/2706/1/pencurian.emas.di.museum.nasional

Semoga segera terungkap kasus ini dan keamanan museum-museum kita segera ditingkatkan. [z]

ke atas

572 total views, no views today

Lagi, Kemalingan

Tidak di Indonesia, tidak di Belanda, museum merupakan salah satu sasaran pencurian.

Kemarin pagi waktu setempat (16 Oktober 2012), Kunsthal di Rotterdam, yang kira-kira berarti ‘Balai Seni’, kecurian tujuh buah lukisan karya para empu kelas dunia.

Menurut sebuah situs berita, lukisan-lukisan tersebut adalah: Tete d’Arlequin (‘Harlequin Head’ ) dari Pablo Picasso tahun 1971, La Liseuse en Blanc et Jaune (‘Reading Girl in White and Yellow’ ) dari Henri Matisse tahun 1919, Waterloo Bridge, London dan Charing Cross Bridge, London karya Monet tahun 1901, Femme Devant une Fenetre Ouverte, dite La Fiancee karya Paul Gaguin tahun 1898, Autoportrait goresan Meyer de Haan sekitar 1890, dan Woman with Eyes Closed dari Lucian Freud tahun 2002. Konon harga lukisan-lukisan tersebut dapat mencapai ratusan juta euro di pasar gelap\1.

Berikut gambar-gambar lukisan yang dicuri tersebut.\2

lukisan yang dicuri dari kunsthal, 2012

Karya-karya Freud, de Haan, Matisse, dan Picasso.

lukisan yang dicuri dari kunsthal, 2012s

Karya-karya Gaugain, Monet, dan Monet.

*

Meskipun sering dianggap museum, Kunsthal yang terletak di Taman Museum\3 di Rotterdam ini tidak memiliki koleksi sendiri. Karya-karya tersebut merupakan milik kolektor, dan merupakan bagian dari 150-an karya yang dipamerkan dalam rangka peringatan 20 tahun Kunsthal.

*

Terlintas beberapa pertanyaan spontan.

Kok ya bisa malingnya masuk dan mengambil tujuh lukisan … Pastinya, pameran ratusan lukisan dengan nilai total yang kayaknya triliunan rupiah begitu, keamanannya mesti super wahid.

Terus buat apa lukisan-lukisan itu, karena toh sudah ditengarai sebagai barang curian, seluruh dunia mengetahuinya.

Bagaimana pula nanti dengan Kunsthal sendiri, karena mereka mesti memperbaiki citra agar para pemilik lukisan bersedia lagi meminjamkan koleksi kepada mereka. [z]

Catatan Kaki
  1. www.huffingtonpost.com/2012/10/16/art-heist-in-rotterdam_n_1969151.html ^
  2. photos.denverpost.com/2012/10/16/photos-seven-paintings-stolen-in-rotterdam-art-heist/ ^
  3. Museumpark, terdapat antara lain Museum Boijmans van Beuningen yang mengkoleksi senirupa modern, Museum Arsitektur Nederlands Architectuurinstituut, Natuurhistorisch Museum, dan Nederlands Fotomuseum. ^

336 total views, 1 views today

Older posts