Catatan (daripada) Sekti

"dari kumpulannya terbuang" | Chairil Anwar | 1943

Category: arkeologi

Manusia Kangkang

Salah satu ragam hias yang populer di masa Prasejarah Indonesia adalah pola manusia dalam posisi kangkang. Pola semacam ini dapat ditemukan dalam berbagai peninggalan purbakala dari masa sebelum adanya tulisan tersebut.

Menurut kamus, ‘kangkang’, atau ‘mengangkang’ adalah:

me·ngang·kang: v berdiri (duduk, tidur, berjalan) dng kaki terbuka lebar: duduklah yg baik, jangan ~ spt itu;\1

*

Dengan penelusuran singkat melalui Oom Google, saya dapatkan beberapa di antara ragam hias tersebut.

Airmadidi, Minahasa, Sulawesi Utara

waruga, minahasa

Pola hias manusia kangkang/melahirkan pada sebuah waruga.
Sumber:wikipedia commons


Di wilayah Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, terdapat kubur yang disebut waruga, yaitu semacam peti kubur yang terbuat dari batu. Benda ini terdiri atas dua bagian, yaitu bagian badan dan bagian tutup. Kebanyakan waruga memiliki hiasan, baik pada bagian wadah maupun bagian tutup. Jenis hiasan yang dipahatkan umumnya berupa pola manusia, tumbuhan (sesuluran), geometri, binatang, dan sebagainya. Di antara keragaman tersebut terdapat pola hias menggambarkan manusia kangkang dan manusia melahirkan.\2

Gua Cucukang, Bulupodo, Sinjai, Sulawesi Selatan

Gua ini terletak di kawasan pegunungan Lompo Batang di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Situs ini berada di ketinggian dua ribu delapan ratus meter di atas permukaan laut. Pada dinding Gua Cucukang terdapat goresan gambar manusia dengan posisi tangan menengadah ke atas seperti berdoa, kaki mengangkang, dan kepala bulat. Di atasnya terdapat segitiga terbalik yang melambangkan kekuatan langit.\3

Karampuang, Sinjai, Sulawesi Selatan

Dusun Karampuang Desa Tompobulu Kecamatan Bulupoddo Kabupaten Sinjai, adalah satu kawasan adat yang berjarak kurang lebih 40 km dari pusat kota Sinjai. Konon terdapat goresan pola manusia kangkang di situs tersebut.\4

Ai Renung, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat

Di Situs Ai Renung, Desa Batu Tering, Kecamatan Moyohulu, Sumbawa, terdapat satu kompleks sarkofagus, yaitu satu jenis peti kubur pada masa prasejarah. Pada salah satu sarkofagus tersebut ditemui pahatan dengan pola manusia kangkang.\5

Situs Batu Tata, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat

Masih di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, terdapat satu batu yang kemungkinan adalah menhir. Pada peninggalah tersebut terdapat pahatan berbentuk manusia kangkang di salah satu sisinya.\5

Dusun Tuo, Merangin, Jambi

Situs ini terletak di Kecamatan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin, Jambi. Di situs ini terdapat peninggalan megalitik semacam batu lesung. Salah satu ukiran pada batu tersebut menggambarkan enam orang dalam posisi kangkang yang bersambungan, seolah yang satu menyangga yang lain.\6

*

Tidak hanya pada peninggalan Prasejarah, pada folklor Jawa juga terdapat nama Yuyu Kangkang. Dia adalah tokoh pengganggu pada cerita judul “Ande-Ande Lumut”. Mengapa ia menggunakan kata ‘kangkang‘ pada namanya? Apakah ini semacam kesukaan orang Jawa membuat pleonasme, karena yuyu (=ketam, kepiting sawah) memang berpose (me-)kangkang dengan kaki (-kaki) kanan dan kiri terpisah jauh? Atau ia termasuk ‘manusia kangkang’, terusan simbolik dari masa Prasejarah? [z]

ke atas

Catatan Kaki
  1. http://www.artikata.com/arti-332816-kangkang.html ^
  2. http://www.theminahasa.net/history/stories/megalithid02.html ^
  3. http://www.indosiar.com/ragam/situs-manusia-kangkang_56847.html ^
  4. http://www.kabarkami.com/hukum-adat-masyarakat-karampuang-melestarikan-hutan.html ^
  5. http://www.jelajahsumbawa.com/2012/09/situs-situs-sejarah-di-sumbawa.html ^ ^
  6. http://belajarsejarah.com/?detail=beritanya&id=50&kode=1 ^

851 total views, 1 views today

Borobudur, Komodo, Piramid


Apakah Candi Borobudur adalah satu dari tujuh keajaiban dunia?

Tujuh keajaiban dunia yang populer adalah daftar buatan Antipater Sidon, seorang pujangga Yunani Kuna, yang hidup seratusan tahun sebelum Masehi. Ia membuat daftar tujuh peninggalan yang dianggapnya hebat. Peninggalan-peninggalan itu terletak di Eropa dan Timur Tengah, warisan dari kebudayaan Yunani-Romawi, Mesir, dan Babilonia.

Candi Borobudur tidak termasuk dalam daftar tersebut. Betapapun hebatnya, candi ini dibuat sekitar tahun 800-an (setelah) Masehi. Antipater Sidon telah meninggal beberapa abad sebelum sempat berkelana ke Nusantara menyaksikan kemegahan candi ini.  Akan tetapi, sampai beberapa saat yang lalu masih terdengar sebutan Candi Borobudur sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Situs berita ternama pun pada tahun 2009 masih menganggapnya sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia\1

Antipater Sidon telah meninggal beberapa abad sebelum sempat berkelana ke Nusantara menyaksikan kemegahan candi ini.

Masuknya Borobudur ke dalam daftar Unesco pun dianggap sebagai masuk ke dalam ‘tujuh keajaiban dunia’, padahal dalam daftar yang dibuat oleh lembaga di bawah PBB ini terdapat seribuan situs sebagai Warisan Dunia (World Heritage).\2 Di Indonesia sendiri setidaknya terdapat tiga warisan dunia bendawi, yaitu: Borobudur Temple Compounds, Prambanan Temple Compounds, dan Sangiran Early Man Site.

***

(Yah, sebenarnya siapa yang berhak membuat daftar? Di zaman bebas merdeka dengan keajaiban internet sekarang ini banyak pihak yang dapat membuat kategori semacam “10 ter… di dunia”. Meramban sebentar di Google, dan kita akan mendapat banyak versi.)

***

Komodo kemudian diusahakan masuk ke dalam Tujuh Keajaiban Dunia Baru versi polling SMS sebuah lembaga di Eropa. Setelah melalui kontroversi dan ribut-ribut, konon Komodo akhirnya (sementara di situs lembaga tersebut masih diberi tanda ‘provisional’ ) masuk menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia baru. Entah apa pula dampaknya bagi masyarakat Indonesia, juga bagi kelestarian dan kesejahteraan binatang komodo itu sendiri. Sekarang tidak terdengar lagi gaungnya.

Belum selesai pening kita dengan urusan komodo, staf khusus kepresidenan melansir berita penemuan piramida di Garut, Jawa Barat. Piramida ini konon lebih tua daripada Piramida Giza yang oleh Antipater Sidon telah dimasukkan dalam Tujuh Keajaiban Dunia versinya. Dari  komentar-komentar dan pernyataan yang berseliweran di media massa terlihat adanya keinginan memiliki sesuatu yang lebih tua dari peninggalan terkenal di Mesir itu.

***

Lagi berpikir, mengapa kita selalu berharap memiliki sesuatu yang tertua, dan tak ada duanya, tepatnya: tak ada delapannya? Mengapa pula kelihatannya kita suka dengan pendapat Oppenheimer dari Inggris, yang kira-kira menyatakan bahwa dulu Indonesia merupakan pusat dunia?

***

Sore ini di facebook kubaca pindaian artikel Mas Daud Aris Tanudirjo, kolega dan guru saya, yang terbit di Kompas kemarin. Beliau berpendapat bahwa kasus “Piramida” Sadahurip muncul dari masyarakat yang sedang frustrasi dan kehilangan jati diri. Masyarakat menginginkan kembalinya kebahagiaan dan kejayaan masa lalu … [z]

ke atas

Catatan Kaki
  1. travel.kompas.com/read/2009/07/16/22304085/Borobudur.Masih.Tercatat.dalam.Tujuh.Keajaiban.Dunia. akses 11-02-2012 ^
  2. republika.co.id/berita/nasional/umum/11/11/09/lueh9m-unesco-masih-akui-borobudur-satu-dari-tujuh-keajaiban-dunia. akses 11-02-2012 ^

474 total views, no views today

Arkeologi dan Bela Diri


indiana jones - raiders of the lost ark

Indy yang berbekal cambuk, bukan cethok ...


Nonton The Mummy Returns tadi malam, yang entah sudah berapa puluh kali ditayang di televisi kita, membuat saya berpikir, bahwa mungkin menjadi arkeolog perlu kemampuan bela diri. Selama ini memang belum menemukan kasus di lapangan yang membutuhkan kemampuan tersebut, tetapi siapa tahu, dunia sangat luas dan permasalahan kadang menjadi sangat kompleks.

Yaa, tapi kan itu cuma film?

Hmmm. Banyak anak mengaku masuk Jurusan Arkeologi karena diinspirasi oleh film Indiana Jones. Di film tersebut Indy juga piawai berkelahi, dengan lecutan cambuknya. Mungkin kepiawaiannya sama dengan Uling Putih dan Uling Kuning dalam cerita pribumi favorit saya, Nagasasra dan Sabukinten karya Singgih Hadi Mintardja.

Dan saya kemudian teringat kepada mahasiswa saya di Jurusan Arkeologi, Helmi Yanuar. Ia pada Sea Games 2011 yang baru lalu mempersembahkan medali emas kepada Indonesia tercinta pada cabang Kempo beregu. Pas seperti film, kombinasi arkeologi dan bela diri. Entah, apakah dia dulu juga terinspirasi oleh Indiana Jones waktu memilih jurusan ini.

Eh, tapi Rick dan Evelyn O’ Connell itu arkeolog atau bukan ya? Entahlah, yang jelas mereka masuk menelusup piramid, membaca hiroglif…[z]

Ke atas

256 total views, no views today