Tahun lama sudah berlalu. Apa yang teringat dari tahun lalu? Saya coba mengingat-ingat tetapi tidak banyak yang muncul di kepala.

Pemilu adalah peristiwa yang paling teringat dari tahun kemarin. Tiga besar partai dalam meraup suara dalam pemilu yang diselenggarakan tanggal 9 April adalah PDI-P, Golkar, dan Gerindra. Pilpres 9 Juli dimenangi oleh Jokowi.

Longsor lagi di Banjarnegara, kali ini di Jemblung, tepat sebelum masuk kota kecil Karangkobar. Lebih dari seratus orang menjadi korban pada peristiwa tanggal 13 Desember ini.

Pesawat berjatuhan. Malaysia Airlines MH17 dari Kuala Lumpur menuju Beijing hilang entah di mana tanggal 8 Maret. Pesawat dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur, MH370, konon ditembak di Ukraina, 17 Juli. Akhir tahun, Airasia QZ8501 dari Surabaya menuju Singapura, jatuh di Selat Karimata tanggal 28 Desember.

Di Yogya, ada kasus media sosial, seorang mahasiswi dianggap menghina masyarakat kota ini di jejaring sosial.

Eh, ada juga Piala Dunia, diselenggarakan tahun ini di Brazil, Juni-Juli. Pemenangnya: Jerman, dengan runner up Argentina.

Media massa menunjukkan hal yang menarik di tahun 2014 ini meski sebenarnya menjadikannya tidak menarik. Pada pertengahan tahun, YKS ditutup. Acara di televisi yang isinya campur-campur, antara melawak, musik, menari bersama, dengan bagi-bagi hadiah tentu, ditonton beramai-ramai secara live, akhirnya ditutup. Acara penggantinya mirip juga, tetapi ternyata kurang ‘ngangkat’.

Menjelang pemilu dan pilpres, beberapa televisi besar membela keperluan masing-masing, atau kelihatannya keperluan pemodal mereka. Hingga pertengahan Januari 2015, masih ada beberapa running text yang rasanya telah berjalan selama beberapa bulan memberitakan posisi pemilik modal mayoritas melawan pihak lain. Meski diragukan dalam hal cek dan ricek, tetapi keuntungan dari televisi yang begitu adalah kita tahu posisi mereka dalam peta politik.

Masih tentang media yang tahun kemarin menjadikannya tidak menarik, salah satu televisi beberapa kali membuat acara blok berjam-jam yang memuat acara-acara pribadi selebritas. Ada siaran langsung perkawinan, siaran langsung ngunduh mantu, siaran langsung kelahiran. Yak, saya menghitung ada belasan acara daur hidup manusia dari sebelum lahir hingga pasca-meninggal, sehingga saya khawatir masih ada suguhan blok acara-acara pribadi selanjutnya.

Seputar pilpres: beberapa partai pada kisruh hingga beberapa bulan setelah pilpres. Kenaikan harga BBM juga menjadi topik: presiden yang akan mengakhiri masa jabatan tidak mau menaikkan, dan presiden baru akhirnya menaikkan harga.

[z]

ke atas