Kita disuguhi banyak tontonan dar-der-dor baik di layar kaca maupun layar perak. Film-film a la Hollywood hadir baik di tengah kota di bioskop hingga di rumah kita dalam bentuk cakram padat, Internet, maupun televisi. Banyak di antara film tersebut yang berisi adegan tembak-tembakan, mulai dari film tentang koboi di masa silam hingga film futuristik. Kita menjadi tidak asing dengan hal tersebut, dan boleh jadi mengasosiasikan Barat atau Amerika dengan senjata.

Saya pikir, ‘dunia senjata api’ di Barat semacam itu hanya dongeng di film-film. Ternyata tidak.

Peristiwa penembakan baru-baru ini di sekolah Sandy Hook, Connecticut, A.S., yang menewaskan 27 orang termasuk si penembak\1 melengkapi kisah tentang penembakan brutal di A.S.\2 Peristiwa-peristiwa nyata tersebut seakan mengkonfirmasi gambaran yang saya peroleh dari film-film. Di sana warga ternyata memang bebas menyimpan dan menenteng senjata api, sesuatu yang dalam bayangan saya hanya ada di film atau di berita-berita perang yang masih ada di beberapa belahan Bumi ini.

Konon, terdapat sejumlah antara 270 juta-300 juta pucuk senjata api yang dimiliki oleh warga AS. Dengan jumlah tersebut, rata-rata satu senjata untuk setiap warga Amerika. Sementara itu, 40-45% rumah tangga AS memiliki senjata.\3 Konon, senjata api juga menjadi kado favorit pada saat perayaan natal.\4

Imaji yang tersaji di Internet,
beda antara tas belanja Amerika dan Jepang.
Sumber: www.9gag.com

Saya sendiri merasa orang Barat menenteng senjata api di film-film itu wangun-wangun saja, wajar. Mungkin karena asosiasi yang telah terbentuk di benak saya sebagaimana telah disinggung di atas. Hal ini berbeda jika saya melihat orang membawa senjata api di film dari Mandarin, atau film nasional. Rasanya wagu, tak wajar. Yah, mungkin saya berharap disuguhi kung fu jika nonton film Hongkong. Atau silat jika melihat film Indonesia, bukan pertikaian keluarga yang kemudian melibatkan senjata api, menodongkan pistol.

Tentu, bukan berarti di Indonesia tidak beredar senjata api di masyarakat. Kita ingat terdapat seorang pelawak yang pernah menembakkan pistol di tempat umum pada tahun 2004 yang lalu.\5 Kita juga membaca berbagai berita tentang peristiwa-peristiwa kriminal dan terorisme yang melibatkan senjata api. Menurut Polri, terdapat 59 kasus penyalahgunaan senjata api sepanjang 2001-2012 di Indonesia.\6

*

Iwan Fals di tahun 1984 menyanyikan lagu bertajuk “Sugali”, dari album yang berjudul sama:

Dar…der…dor
suara senapan
Sugali anggap petasan
Tiada rasa ketakutan
Punya ilmu kebal senapan
Semakin lupa daratan

[z]

ke atas

Catatan Kaki
  1. http://internasional.kompas.com/read/2012/12/16/05411457/Kebanyakan.Korban.Tewas.Berusia.67.Tahun ^
  2. http://www.tempo.co/read/news/2012/07/22/116418501/Sembilan-Penembakan-Paling-Brutal-di-Amerika ^
  3. http://www2.tempo.co/read/news/2012/12/16/116448486/Produsen-Senjata-AS-Melobi-dengan-Dana-Pemilu ^
  4. http://us.dunia.news.viva.co.id/news/read/377751-senapan-pembunuh-jadi-kado-natal-favorit-di-as ^
  5. http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2004/8/23/n3.htm ^
  6. http://berita.plasa.msn.com/nasional/antara/59-kasus-penyalahgunaan-senjata-api-oleh-sipil ^