Sekelompok teman-teman saya punya kebiasaan unik. Setiap pergi ke luar negeri, mereka selalu mencari tanda “Jalan Buntu” dalam bahasa lokal, dan mempostingnya dalam grup di fb. Seorang teman memulai ketika pergi ke Italia dan mengunggah foto tanda jalan buntu di negeri pizza dan Pisa tersebut. Keterangan yang ia berikan cukup sederhana tetapi menggelitik kami yang kala itu sedang suntuk belajar bahasa asing: “Ini artinya ‘jalan buntu’.”

Akan tetapi, ternyata tidak mudah mencari tanda ini di tempat-tempat yang saya kunjungi. Setelah hampir setahun mencermati tanda-tanda lalu lintas di Belanda (ehm, tidak setiap hari juga menthelengi papan lalu lintas), barulah saya menemukannya. Eureka!

doodlopende weg

*

Ada beberapa kemungkinan penyebab mengapa tanda ini susah saya temukan. Kemungkinan pertama, orang Belanda tidak menyukai jalan buntu, yang sering kita buat karena dapat menghindarkan lingkungan dari ramainya lalu lintas. Sebagai contoh, umumnya jalan di Amsterdam terhubung satu dengan lainnya, di kedua ujung. Orang akan dapat dengan mudah berpindah dari satu tempat ke tempat lain tanpa khawatir tersesat.

Jika menghindari jalan buntu memang bukan kebiasaan orang Belanda dalam membangun kota, maka saya bayangkan dinas tata kota sangat kuat dalam mengatur kota. Barangkali mereka tidak mengizinkan para pengembang (jika ada) membuat jalan buntu dengan alasan-alasan yang kuat.

Kemungkinan kedua, mereka tidak suka atau tidak merasa perlu memasang tanda “jalan buntu”. Begitu saja. [z]