Apasaja yang teringat dari 2011? Setiap orang mesti punya kenangan sendiri tentang tahun ini.

  • Steve Jobs. Tokoh pendiri Apple ini meninggal dunia, Oktober 2011. Saya bukan pengkonsumsi apel meskipun tahun ’90-an sempat mencicipi nggrafis dengan Macintosh Classic yang cpu dan monitor jadi satu itu. Kematiannya dibicarakan banyak orang di dunia maya.
  • Moamar Khadafi, sang kolonel, tewas dalam perang saudara di negaranya, Oktober 2011.
  • Norman Kamaru, polisi, ngetop akibat video lipsinc-nya diunggah di situs youtube, April 2011. Tahun sebelumnya ada Shinta dan Jojo yang juga ngetop lantaran memuat video lipsinc ke youtube. Kalau tak salah,¬† dulu Andy Warhol pernah bilang: kelak semua orang dapat ngetop dalam waktu 15 menit! Di akhir tahun, polisi ini dikabarkan dipecat karena tidak disiplin. Berita pemecatannya konon sampai dimuat di koran beken di AS dan Inggris.
  • Heboh tanggal cantik 11-11-11. Banyak orang menikah dan melahirkan dengan sengaja memilih tanggal tusuk gigi itu.
  • Gempa dan tsunami Jepang, 11-3-11. Tanggalnya cantik juga lho. Perasaan mereka sangat siap untuk berhadapan dengan bencana, meskipun demikian, reaktor nuklir Fukushima Daiichi terkena dampak.
  • Pernikahan putri sultan Yogyakarta, GKR Bendara, Oktober 2011. Sayang waktu itu pas tidak di Yogya. Meskipun tidak mendapat undangan ke kraton tapi (harusnya) bisa ikut menikmati hidangan yang disediakan di angkringan sepanjang Malioboro ketika mereka dikirab dari kraton menuju kepatihan.
  • Pernikahan ‘antarpartai’, Ibas dan Aliya, November 2011. Yang ini lebih jelas lagi, tidak bakal mengundang saya. Banyak orang bertanya-tanya, apakah ini pernikahan politik? Seperti diketahui, bapak Ibas adalah petinggi Partai Demokrat yang sedang menjadi presiden, dan bapak Alia adalah ketua Partai PAN yang beberapa minggu kemudian digadang menjadi calon presiden dari partainya.
  • Sea Games di Palembang & Jakarta, November 2011. Indonesia juara umum, Helmi dapat medali emas. Persiapan penyelenggaraan yang terlihat amburadul. Ada yang berkomentar atas kekalahan tim sepakbola: nanti malah aneh jika menang padahal tanpa pembinaan yang baik…
  • Nazaruddin. Berkait dengan skandal suap wisma atlet untuk Sea Games di Palembang. Menjadi buron dan tertangkap di Colombia, Agustus 2011. Skype mungkin ikut terkenal gara-gara dia wawancara dari persembunyiannya menggunakan media tersebut.
  • Nunun Nurbaeti. Terkait dengan kasus pemberian cek pelawat (istilah ini menjadi populer, setidaknya di telinga saya) kepada banyak anggota DPR yang dihubungkan dengan pemilihan deputi gubernur Bank Indonesia. Awal Desember, istri mantan petinggi Polri Adang Dorojatun (anggota DPR dari partai PKS dan pernah mencalonkan diri menjadi gubernur DKI), ini tertangkap di Thailand, Desember 2011, setelah perburuan berbulan-bulan.
  • Reshuffle kabinet, Oktober 2011. Di pertengahan masa jabatan, presiden mengevaluasi kabinetnya dan melakukan bongkar pasang. Ditjen Kebudayaan kabarnya bergabung lagi dengan Pendidikan.
  • Banjir Thailand, sejak Juli 2011. Puluhan provinsi terendam, termasuk sebagian wilayah ibukota Bangkok. Ah, Jakarta punya teman…
  • Gunung Gamalama meletus, awal Desember 2011. Dorce Gamalama mah mau hijrah ke Amerika Serikat…
  • Banjir lahar dingin Merapi, Januari 2011 . Terutama berdampak pada jalan Yogya-Magelang, di jembatan Kali Putih.Jumoyo, yang setiap hujan lebat turun jalan ini tertutup lahar dingin hingga ketebalan beberapa meter. Jembatan Kali Pabelan lama juga hancur dan segera dibangun kembali karena cukup vital untuk lalulintas Yogyakarta-Magelang-Semarang.
  • Jembatan Kutai Kertanegara ambrol, November 2011. Jembatan kebanggaan ini hancur, tiba-tiba jatuh ke sungai, membawa puluhan korban jiwa manusia.
  • Pangeran Inggris menikah dengan Kate Middleton, April 2011. Maaf, tidak njagong…
  • PSSI Kisruh. Kasihan yang main bal-balan, karena dibuat bal-balan oleh pengurus.
  • Voting Komodo. Terdapat pertentangan, apakah kita perlu ikut voting komodo sebagai new 7 wonder atau tidak. Kelihatannya, upaya tersebut tidak berkaitan dengan konservasi, melainkan dengan pariwisata dan semacam kondisi sosial-psikologis yang membutuhkan pengakuan-pengakuan bahwa kita juga hebat.
  • Ayu Tingting. Tiba-tiba ada debutan penyanyi dangdut. Padahal kabarnya lagunya sendiri sudah lama terbit, dengan penyanyi lain. Sekarang, anak kecil hapal lagu “Alamat Palsu”. “… kemana, kemana, kemanaaaaa…” Ada satu artikel di Prisma kuno, menulis bahwa lagu Indonesia isinya pertanyaan melulu…
  • Polwan-polwan. Tiba-tiba ada banyak polisi cantik di layar kaca, membawakan acara laporan lalulintas. Lumayan, bisa menaikkan citra polisi. Akibat dari munculnya para polwan ini, kita tahu apa guna kamera yang dipasang di jalan. Polwan, meskipun akhirannya -wan, bukan lagi-laki lho. Entah mengapa tidak disebut polwati.
  • Crop Circle di Berbah, Sleman, Januari 2011. Tiba-tiba ada pola lingkaran di sebidang sawah di Berbah. Apakah UFO datang menyambangi kita (semoga mereka tidak mengundang kita ke sana)? Katanya, sekelompok anak UGM mengaku membuat pola tersebut, tetapi tidak ada kabar yang jelas.
  • Antrian Blackberry di Jakarta, November 2011. Korting separuh harga blackberry terbaru pada acara peluncuran blackberry terbaru, menarik minat banyak orang. Akibatnya, ribuan orang (yang sudah punya ponsel mestinya, karena pembelian harus menggunakan kartu kredit) mengantri dan terjadi kekacauan.
  • Koninklijk Instituut voor de Tropen dalam bahaya, Oktober 2011. Karena krisis keuangan, pemerintah Belanda akan menghentikan dana bagi lembaga yang mengembangkan kerjasama internasional ini. Publik menggelar acara ‘rantai manusia mengelilingi gedung KIT’ sebagai respon. Salah satu lembaga KIT adalah Tropenmuseum yang menyimpan banyak benda budaya Indonesia.
  • Sondang Hutagalung, membakar diri di depan istana presiden, Desember 2011. Diduga kuat dia melakukan protes kepada pemerintah. Beberapa hari¬† kemudian seorang polisi juga tewas bakar diri di Papua. Yang ini diduga karena tekanan jiwa.
  • Skandal email anggota/komisi DPR. Ketika melakukan dialog dengan masyarakat di Melbourne, akhir bulan April, Komisi 8 DPR RI tidak tahu alamat email mereka, dan secara asal ada yang menyebut alamat komisi8@yahoo.com. Pertama, kabarnya setelah dicoba alamat tersebut dan variannya tidak dikenali (ada yang guyon mengatakan mungkin mereka menggunakan bahasa alay: k0M151d3L4P4n@yahoo.com). Kedua, institusi negara menggunakan dot com, gratisan lagi. Wah.

[z]

ke atas